Mengenang Kembali Sandor Kocsis
Diakhir kompetisi, Koscic juga jadi pembuat gol paling banyak dengan koleksi 11 gol. Walau demikian, dia tidak berhasil bawa Hungaria jadi juara Piala Dunia Slot Judi Online sesudah kalah 2-3 dari Jerman Barat di pertandingan final.
Banyak faksi yakin jika ketidakberhasilan Hungaria merampas piala Jules Rimet untuk pertama kali itu jadi pemicu reputasi Kocsis tidak sepopuler Puskas, walaupun ke-2 nya ada pada sebuah team yang serupa . Maka apa yang membandingkan Puskas dan Kocsis, jawabnya ialah prestasi, khususnya di tingkat club.
Di zaman 1950-an, tanda kesuksesan pemain sepak bola diukur dari rekam jejak dan prestasi yang dibuatnya. Jadi tidak bingung jika peninggalan Puskas lebih dikenali daripada Kocsis. Di tingkat club Puskas demikian cemerlang.
Banyak prestasi dicapainya ditambah saat dianya bela Real Madrid. Keseluruhan ada 10 gelar berprestise yang sukses disumbang Puskas untuk El Real (tambahan lima titel juara saat dia masih bela Budapest Honved). Itu belum terhitung beberapa puluh gelar individu yang ada dalam almari piala kepunyaannya. Sementara Kocsis, dari 3 kesebelasan yang dibelanya Slot Online Terpercaya sepanjang aktif bermain (Ferencvaros TC, Honeved FC, dan FC Barcelona) cuma sembilan piala yang dicapainya.
Selainnya prestasi, ada banyak faktor simpatisan yang membuat reputasi Kocsis tidak sementereng Puskas. Satu diantaranya Kocsis yang tidak kembali lagi ke Hungaris diakhir profesinya. Kocsis tak pernah balik lagi ke negara aslinya sampai meninggalnya pada tahun 1979. Jasadnya juga terpendam lama di Spanyol, sampai pada 2012 diterbangkan ke Hungaria. Disamping itu, sikap rendah hati yang dipunyai Kocsis juga jadi factor yang lain membuat populeritasnya kalah atas Puskas.
"Itu kemungkinan ada hubungan dengan bukti jika, tidak seperti Puskas, ia tak pernah punyai peluang untuk kembali lagi ke rumah. Disamping itu, pribadinya cukup pendiam dan tertutup. Ia tak pernah jadi orang yang mempromokan diri - dan itu kemungkinan jadi factor saat membuat sebuah peninggalan," tegas Marosi.
Apa saja itu, Kocsis teruslah pantas dilihat sebagai salah satunya pemain besar dan paling berpotensi yang sempat berada di dunia sepakbola. Statistik performanya bersama Hungaria juga termasuk lebih bagus dari Puskas. Semenjak 1948 bela tim nasional Hungaria, Kocsis sanggup mencatatkan 75 gol dalam 68 laga. Puskas cetak 84 gol dari 85 pertandingan. Secara numerik Puskas lebih baik, tetapi secara prosentase cetak gol, Kocsis pasti lebih bagus.
.jpg)